Beranda > Agama > Merancang SDM Yang Unggul

Merancang SDM Yang Unggul

thinker

Setiap umat dan perjuangan yang besar membutuhkan “otak-otak besar” yang menggerakkan, membangkitkan dan mengarahkan perjalanannya, di samping tentu dukungan kekayaan dan sumber daya alam. Namun SDM unggulan lebih berharga dari sumber daya alam yang amat mahal sekalipun. Barangkali di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah saw pernah bersabda : ”Manusia-manusia itu bagai seratus onta di mana anda hampir-hampir tidak menjumpai satupun yang menjadi rohilah (unta yang mampu membawa beban)”

Manusia berotak besar merupakan inti kehidupan suatu bangsa. Betapapun hebatnya suatu senjata namun tidak akan bermanfaat optimal tanpa orang yang piawai di belakangnya. Betapapun melimpah-ruahnya sumber daya alam di negara ini tidak akan maju tanpa adanya SDM yang mengelolanya. Dan betapapun hebatnya undang-undang dan peraturan dibuat, akan tetap menjadi konsep di atas kertas bila tidak ada orang-orang yang melaksanakannya. Inilah realita kehidupan.

Seorang manusia bisa berbobot seribu bahkan terkadang lebih, bila memiliki spesialisasi yang ditekuninya, dan kemauan keras yang mampu membangkitkan bangsa yang tertidur semuanya. Ketika Khalid bin al Walid ra mengepung kota “Hirah” beliau meminta bantuan bala tentara dari Abu Bakar Shiddiq r.a. Namun beliau cuma mengirimkan seorang tentara bernama “Al Qa’qa’ bin Umar At Tamimiy” seranya Abu Bakar menegaskan: “Bala ada tentara yang terdapat di dalamnya personil semisal al Qa’qa’ tidak akan terkalahkan.” Dalam kesempatan lain, beliau juga menegaskan :” Suara al Qa’qa’ dalam tentara lebih hebat dari seribu personil”.

Sekarang, SDM macam apa yang kita inginkan? Apakah yang sudah tua, beruban dan sudah lemah jasmaninya? SDM unggulan tidak harus orang yang sudah tua saja. Juga tidak mesti turunan darah biru. Sebab banyak orang sudah berumur lima puluhan atau enam puluhan tapi hatinya seperti anak kecil, menyenangi hal-hal sepele.

Banyak juga turunan ningrat tapi cuma nebeng ketenaran orang tuanya. Sebuah syi’ir menegaskan :”Pemuda unggulan bukanlah yang membanggakan bapaknya, tapi dialah yang mengatakan inilah hasil karyaku”.

Dalam merancang generasi unggul, kita sangat kaya dengan pola, di antaranya adalah pola pendidikan Nabi Ibrahim As. yang mewariskan kepada dunia banyak sekali generasi ungul. Apa resep Nabi Ibrahim tersebut? Setidaknya ada 4 usaha yang dilakukan Ibrahim dalam melakukan pembinaan, yaitu :

1. Nabi Ibrahim sangat rajin berdoa, memohon kepada Allah agar dikarunia generasi yang shalih dan terhindar dari penyakit syirik.
Di antara doa beliau :
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (QS.Ibrahim : 35)

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang saleh” (Q.S. : Ash Shaffat : 100)

2. Nabi Ibrahim menempatkan anak keturunannya di lingkungan yang kondusif .
Nabi Ibrahim paham betul bahwa lingkungan dapat membentuk kepribadian anak. Karenanya, Nabi Ibrahim mencari lingkungan yang kondusif buat pembinaan anaknya. Tentang hal ini Allah berfirman :

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau(Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami 9yang demikian itu) agar mereka mendirikan sholat..” (Q.S. : Ibrahim :37)

3. Nabi Ibrahim mendidik anaknya dengan pola pendidikan partisipatif
Ketika membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim melibatkan anaknya Ismail secara aktif dalam pembangunan tersebut. Allah berfirman :

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail…” (QS.Al Baqarah :127)

4. Nabi Ibrahim selalu melakukan kontrol perkembangan anaknya sampai beliau dijemput ajal.
Allah berfirman :

“Dan Ibrahim telah mewariskan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku, Sesunguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Q.S. Al Baqarah 132)

Dengan empat pola inilah Ibrahim melahirkan generasi-generasi pemimpin kelas dunia, mulai dari Ismail, Ya’qub, sampai Muhammad saw. Bangsa Indonesia yang berjumlah sekitar 200 juta lebih, dan hidup di atas bumi nusantara yang subur dan kaya raya, tidak akan terpuruk dalam krisis berkepanjangan bila menyiapkan SDM unggulan dan memanfaatkannya secara maksimal.

Bagaimana bangsa Indonesia bisa bangkit dari krisis ini, lalu mengejar negara maju, kalau rakyat dan para pejabatnya mementingkan diri sendiri, dikuasai nafsu syahwati dan tenggelam dalam dunia-dunia sepele, tapi di satu sisi sering menjadikan hal-hal yang besar dan prinsipil menjadi “begitu saja kok repot-repot”. Kita membutuhkan manusia-manusia berotak besar, berjiwa kuat ataupun SDM unggulan untuk mengangkat bangsa ini dari keterpurukannya lalu bangkit memasuki dunia kompetisi sejajar dengan negara-negara maju.

SDM unggulan akan bermunculan dalam naungan akidah yang mantap, akhlak mulia yang kokoh, tradisi kebaikan yang terpelihara dan hak asasi manusia yang dijunjung tinggi. Ia tidak akan lahir dalam suatu negara yang kehidupan sosial politiknya labil, di mana kehidupan hedonis materialis tersebar luas, kesyirikan dan kemaksiatan dipropagandakan dengan gencar.Yang akan lahir justru manusia-manusia berotak kerdil, egois, pemalas bahkan tak jarang melahirkan perusak kehidupan di muka bumi ini. Na’udzubillah.

Kategori:Agama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: